Hadirnya Coworking Space pertama di Kota Semarang tidak bisa dipisahkan dari mulai berkembangnya ekosistem startup digital di Kota Lumpia ini. Data dari situs startupranking.com mencatat bahwa saat ini terdapat 1463 start-up di Indonesia. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah start-up terbesar ketiga di dunia, hanya kalah dari Amerika Serikat dan India.

Jawa Tengah sendiri memiliki potensi yang sangat besar, di tahun 2017 dari gerakan 1000 startup, 31 persen startup yang moncer berasal dari Semarang, Jawa Tengah, yaitu ada Tumbasin, Lindungi hutan, dan Sampah muda dan semuanya digerakan oleh anak anak muda yang kreatif.

Di Semarang sendiri pertumbuhan komunitas komunitas startup juga semakin marak hal ini didukung dengan munculnya coworking space coworking space yang mewadahi anak anak muda untuk berkumpul, berkolaborasi , menyatukan ide dan networking membangun bisnis digital.

Baca Juga : Apa itu Coworking Space?

Pada tanggal 17 Agustus tahun 2016, Impala Space hadir di Kota Semarang untuk ikut mendukung dalam pengembangan industri kreatif dan ekosistem startup di Kota Semarang. Impala Space berlokasi di Lantai 2 Gedung Spiegel Kota Lama Semarang.

Nama Impala Space diambil dari nama hewan, yaitu Impala, hewan yang hidupnya berkelompok, memiliki gerakan yang sangat cepat dan lincah. Mengacu pada makna yang terkandung dalam nama, Impala Space ingin mengembangkan talenta – talenta kreatif menjadi lebih produktif dengan semangat kolaborasi, saling membantu satu sama lain sehingga memiliki progress yang signifikan sebagai bentuk percepatan proses menuju kesuksesan.

Kata Impala juga memiliki kepanjangan yaitu “simpang jalan”. Mengacu pada lokasi Impala Space yang terletak di Jalan Letjen Suprapto No.34 Kawasan Kota Lama, Semarang di mana gedung yang ditempati Impala Space ada di simpang jalan. Simpang jalan merupakan area di mana banyak orang bertemu, berpapasan dan bertukar informasi.